Senin, 31 Januari 2011

pengaruh globalisasi terhadap pengembangan bahasa Indonesia sebagai uapaya membentuk karakter bangsa

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI UPAYA PEMBENTUK KARAKTER BANGSA

Makalah Ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Seminar Bahasa




Penyaji:
Sri Subekti
07410416
(Delegasi dari kelas 7I)



PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
IKIP PGRI SEMARANG
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bahasa Indonesia sering dijadikan contoh keberhasilan didalam perencanaan bahasa, khususnya dalam kedudukannya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Tidak dapat dipungkiri bahwa kedudukan bahasa Indonesia dalam sosial, sejarah,dan politik sangat penting.
Persoalan globalisasi dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di media cetak dan elektronik, wawancara, dialog, atau pun gelar wicara. Globalisasi sebagai wujud kemodernitasan suatu bangsa dapat memberikan pengaruh positif maupun negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia.
Saat ini kepedulian masyarakat mengenai karakter bangsa telah pula menjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan bahasa Indonesia untuk mewujudkan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan lembaga pemerintah, terutama di bagian unit Kementerian Pendidikan Nasional. Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur pendidikan walaupun sifatnya belum menyeluruh. Untuk mengembangkan bahasa Indonesia dilakukan melalui beberapa tahap pembinaan yang dapat dilakukan secara rutin di sekolah.
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi bangsa Indonesia juga bahasa pemersatu bangsa Indonesia, yang terdiri atas berbagai suku dan etnis dengan latar belakang bahasa berbeda. Di Indonesia kesepakatan bahasa persatuan sebagai bahasa Indonesia telah dibentuk sejak Sumpah Pemuda (secara de Facto), yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang sah sebagai bahasa pemersatu. Ketika kita menggunakan bahasa Indonesia sudah ada kesepakatan untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu yang terealisasi hingga detik ini. Dengan harapan setiap warga Indonesia kedepannya dapat berkomunikasi satu sama lain tanpa mengalami kesulitan dengan seluruh manusia yang berada di wilayah Indonesia. Sudah semestinya setiap kali kita menggunakan bahasa Indonesia kita akan teringatkan oleh satu identitas atau peran dari diri kita. Setiap kali kita berbahasa Indonesia kita telah mewujudkan salah satu impian Tunggal Ika (Persatuan) dalam ke-Bhinekaan (Kemajemukan). Bhineka adalah sebuah kenyataan sedangkan Tunggal Ika adalah suatu harapan yang terus-menerus sedang diusahakan realisasinya dalam bidang apapun dan persepsi manapun, kelak harus dikonsensuskan.
Tidak dapat dipungkiri bahwasanya banyak sekali bahasa yang ada, akan tetapi sebagai warga negara Indonesia apabila kita menggunakan bahasa Indonesia dengan penuh rasa kesadaran diharapkan bahasa Indonesia akan berkembang menjadi bahasa Internasional. Berawal dari kehidupan sehari-hari mulai dari interaksi interpersonal, maupun yang meluas pada kehidupan berbangsa dan bertanah air, bahasa memegang peranan penting. Peran tersebut meliputi bagaimana proses mulai dari tingkat individu hingga suatu masyarakat luas memahami diri dan lingkungannya. Sehingga pada saat inilah fungsi bahasa secara umum, yaitu sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial, memberikan perannya.
Fenomena yang banyak terjadi di tengah-tengah masyarakat Indonesia saat ini antara lain:
a. Banyak orang memperlihatkan dengan bangga kemahirannya menggunakan bahasa asing walaupun mereka tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik.
b. Banyak orang Indonesia merasa malu apabila tidak menguasai bahasa asing ( inggris) tetapi tidak pernah merasa malu dan kurang apabila tidak menguasai bahasa Indonesia.
c. Banyak orang Indonesia menganggap remeh bahasa Indonesia dan tidak mau mempelajarinya karena merasa dirinya telah menguasai bahasa Indonesia dengan baik.
d. Banyak orang Indonesia merasa dirinya lebih pandai dari pada orang lain karena teleh menguasai bahasa asing.
Hal-hal demikian sepantasnya kita hindari agar bahasa Indonesia sesuai dengan fungsi dan kedudukannya, yaitu sebagai bahasa pemersatu, bahasa nasional, bahasa negara dan bahasa resmi.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka makalah ini akan dibahas pengaruh globalisasi terhadap pengembangan bahasa Indonesia sebagai upaya membentuk karakter bangsa.

B. PERMASALAHAN
Permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap pengembangan bahasa Indonesia?
2. Bagaimana pengembangan bahasa Indonesia dalam membentuk karakter bangsa?

C. TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Mendeskripsikan pengaruh globalisasi terhadap pengembangan bahasa Indonesia.
2. Mendeskripsikan pengembangan bahasa Indonesia dalam membentuk karakter bangsa.









BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA
1. Bidang komunikasi
Media massa merupakan salah satu sarana yang penting untuk membina dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam rangka pembangunan bangsa karena media massa memiliki pengaruh yang luas dalam masyarakat. Media massa telah memberikan sumbangan yang berharga untuk pertumbuhan bahasa Indonesia, baik secara tertulis maupun lisan. Hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bahasa Indonesia terkait dengan bidang komunikasi adalah adanya penataran bahasa Indonesia, penyediaan “pojok bahasa” dalam surat kabar dan majalah yang memuat petunjuk praktis penggunaan bahasa Indonesia, mengadakan pembinaan dan pengembangan bahasa bersama dewan pers dan lembaga lain, agar segera menyusun pedoman pembakuan bahasa Indonesia yang didasarkan atas penelitian antara lain untuk penyiar televisi dan radio.
Hal-hal yang perlu dicermati pada era globalisasi saat ini adalah adanya pengaruh bahasa asing dalam perkembangan bahasa Indonesia. Pada dasarnya banyak kosa kata yang digunakan dalam bahasa Indonesia akan tetapi berasal dari bahasa asing. Contoh dari bahasa Inggris yaitu kiper, kornel, tim, gol, final, tes, organisasi, legal, proklamasi, administrasi, stop, dll. Semua itu memperkaya khasanah kosakata bahasa Indonesia.





2. Bidang kesenian
Bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam karya sastra, cerita anak-anak, lagu, teater, dan film menunjukkan adanya banyak ketimpangan. Dalam hal penerbitan cerita anak-anak, pengarang perlu memberi keleluasaan kepada penerbit. Perhatian penerbit terhadap usia dan lingkungan anak-anak memegang peranan penting dalam hal penerbitan cerita anak-anak, karena bacaan anak-anak memengaruhi peningkatan imajinasi dan kecerdasan anak. Dengan demikian, kecermatan pemakaian bahasa merupakan faktor yang sangat penting.
Bahasa Indonesia semakin banyak juga dipergunakan untuk menerjemahkan karya sastra tradisional dan karya sastra asing. Usaha untuk menyebarluaskan jangkauan tersebut, yaitu dengan cara mengindonesiakan cakapannya. Pengindonesiaan (penerjamahan) perlu memperhatikan keseimbangan dalam struktur dan kosa kata. Oleh karena itu, pengindonesiaan harus dilakukan secara teliti dengan melibatkan lembaga kebahasaan, lembaga pendidikan, serta pengembangan kesenian dan seniman. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bahasa Indonesia lewat jalur kesenian adalah sebagai berikut:
a. Melakukan perekaman pementasan drama tradisional atau pun luar negeri untuk kemudian diterbitkan ke dalam bahasa Indonesia.
b. Meningkatkan kecermatan pemakaian bahasa dengan lembaga-lembaga pendidikan dan psikologi yang ada.
c. Penerbitan karya-karya asli daerah dan asing
d. Menerjemahkan dan menerbitkan karya asli daerah dan asing ke dalam bahasa Indonesia
Dengan melakukan hal tersebut akan diperolehlah banyak kosa kata dan hal tersebut akan memperkaya kosa kata bahasa Indonesia. Semua itu tentunya dilakukan sesuai kaidah alih transkripsi bahasa Indonesia.


3. Bidang Ilmu dan Teknologi
Bahasa dan alam pemikiran manusia terdapat jalinan yang erat, keberhasilan dari pemodernan itu sangat bergantung kepada corak alam pemikiran manusia Indonesia yang merupakan hasil sintesis antara nilai-nilai yang berakar pada kebudayaan etnis yang tradisional dan nilai-nilai kebudayaan yang melahirkan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.
Ilmu pengetahuan dan teknologi modern merupakan faktor penting dalam modernisasi, serta pengenalan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu di masyarakatkan secara luas. Pemasyarakatan ini hanya dapat diselenggarakan secara efektif dan efisien apabila bahasa berfungsi sebagai konsep-konsep ilmu pengetahuan dan teknologi itu.
Melalui jalur teknologi untuk mengembangkan kosa kata bahasa Indonesia diantaranya dengan melakukan kerja sama bidang teknologi.Dalam hubungan dengan penggunaan kata / istilah bidang komputer, pusat bahasa bekerja sama dengan Microsoft. Bersama Microsoft, pusat bahasa telah mengalihkan istilah bahas Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Kerjasama itu kini masih berlanjut untuk mengindonesiakan produk-produk lainnya.












B. PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BANGSA
Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tercermin antara lain dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing (BA) dari pada penggunaan BI misalnya, dalam penamaan kompleks perumahan dan sikap mementingkan kegiatan tertentu, misalnya demi kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis. Kenyataan itu berdasarkan penutur BI asli, bersumber dari sikap kesadaran berbahasa yang kemudian tercermin dalam perilaku berbahasa. Pandangan bahwa manusia sebagai substansi, dan sebagai makhluk yang beridentitas yang kemudian dikaitkan dengan pembinaan dan pengembangan BI sebagai upaya mempertahankan identitas bangsa, maka pengajaran kebangsaan sebaiknya dipertimbangkan untuk diberikan dalam lembaga pendidikan kita.
Setiap warga negara Indonesia pada dasarnya adalah Pembina bahasa Indonesia. Hal ini tidak berlebihan karena tujuan utama pembinaan bahasa Indonesia adalah menumbuhkan dan membinakan sikap positif terhadap bangsa Indonesia. Untuk menyatakan sikap positif ini dapat dilakukan dengan:
1. Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia.
2. Sikap kebanggan berbahasa Indonesia.
Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia terungkap jika bangsa Indonesia lebih suka memakai bahasa Indonesia dari pada bahasa asing dan bersedia menjaga agar pengaruh asing tidak terlalu belebihan. Yang perlu dipahami adalah sikap positif terhadap bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap berbahasa yang tertutup dan kaku. Oleh karena itu, bangsa Indonesia harus bisa membedakan mana pengaruh positif dan mana pengaruh yang negatif terhadap perkembangan bahasa Indonesia. Sikap positif seperti inilah yang bisa menanamkan rasa percaya diri bangsa Indonesia bahwa bahasa Indonesia memberikan perubahan signifikan bagi terciptanya disiplin berbahasa. Disamping itu, disiplin berbahasa nasional sangat diperlukan untuk menghadapi pergaulan antar bangsa dan era globalisasi ini. Seseorang yang berdisiplin berbahasa nasional menunjukan rasa cinta kepada bahasa, tanah air, dan NKRI.
Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antar bangsa yang sangat rumit. Untuk itu bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa Indonesia, memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang sederhana, tata bahasa mempunyai sistem sederhana, mudah dipelajari, dan tidak rumit. Kesederhanaan dan ketidakrumitan inilah salah satu hal yang mempermudah bangsa asing ketika mempelajari bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia menjadi ciri budaya bangsa Indonesia yang dapat diandalkan di tengah- tengah pergaulan antar bangsa pada era globalisasi ini.
Bangsa Indonesia sebagai pemakai bahasa Indonesia, seharusnya bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. Dengan bahasa Indonesia, mereka bisa menyampaikan perasaan dan pikirannya dengan sempurna dan lengkap kepada orang lain. Namun, berbagai kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Rasa bangga berbahasa Indonesia belum lagi tertanam pada setiap orang Indonesia. Rasa menghargai bahasa asing (dahulu bahasa Belanda, sekarang bahasa Inggris) masih terus tampak pada sebagian besar bangsa Indonesia. Mereka menganggap bahwa bahasa asing lebih tinggi derajatnya dari pada bahasa Indonesia, bahkan mereka seolah tidak mau tahu perkembangan bahasa Indonesia.
Karakter bangsa dapat terbentuk secara alamiah apabila dalam diri seseorang sudah tertanam rasa cinta dan bangga terhadap bahasa Indonesia. Ketika rasa cinta itu sudah ada dalam diri seseorang, maka lahirlah beberapa sikap yang menunjukkan karakter suatu bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia secara sadar dan berkala, secara tidak langsung dapat menumbuhkan sikap disiplin dalam diri seseorang yang menunjukkan bahwa rasa cinta terhadap bahasa dan bangsa Indonesia telah ada dan tertanam dalam dirinya. Tidak hanya sikap disiplin yang dapat tertanam, sikap toleransi yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, budaya, dan bahasa juga akan dengan sendirinya melebur dalam jiwa setiap orang yang menghargai dan mencintai bahasa persatuan yaitu bahasa Indonesia.
Pada dasarnya banyak cara yang bisa kita lakukan selaku warga negara Indonesia untuk menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap bahasa nasional kita. Selain dua sikap di atas masih ada sikap lain yang bisa menunjukkan karakter suatu bangsa yaitu sikap mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan bersahabat atau komunikatif. Mandiri dalam arti tidak bergantung pada bahasa yang dimiliki oleh negara lain. Dalam hal ini semangat kebangsaan dapat diartikan sebagai cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Rasa cinta tanah air berarti cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa. Sikap bersahabat atau komunikatif dapat diartikan sebagai tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.















BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dari uraian diatas dapat penulis simpulkan sebagai berikut:
1) Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa itu tercermin antara lain dari sikap lebih mengutamakan penggunaan bahasa asing (BA) dari pada penggunaan BI misalnya, dalam penamaan kompleks perumahan dan sikap mementingkan kegiatan tertentu, misalnya demi kegiatan pengembangan pariwisata dan bisnis. Kenyataan itu berdasarkan penutur BI asli, bersumber dari sikap kesadaran berbahasa yang kemudian tercermin dalam perilaku berbahasa. Sikap kesetiaan berbahasa Indonesia terungkap jika bangsa Indonesia lebih suka memakai bahasa Indonesia dari pada bahasa asing dan bersedia menjaga agar pengaruh asing tidak terlalu berlebihan. Yang perlu dipahami adalah sikap positif terhadap bahasa Indonesia ini tidak berarti sikap berbahasa yang tertutup dan kaku.
2) Walaupun di era globalisasi globalisasi bahasa Indonesia dan bahasa asing telah saling pengaruh-mempengaruhi, tetapi dengan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia, maka akan tumbuh sikap yang menunjukkan karakter bangsa di antaranya adalah sikap disiplin, toleransi, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan sikap bersahabat.

B. SARAN
Bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa jurusan pendidikan bahasa Indonesia agar memperbaiki penilaian akan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar, mengubah paradigma untuk bangga terhadap bahasa Indonesia terutama dalam berkomunikasi agar masyarakat Indonesia tidak kehilangan jati dirinya sebagai warga negara Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar